Sejak Chrome 154 dirilis pada 22 September 2026, Chrome meminta konfirmasi pengunjung sebelum membuka situs yang belum memakai HTTPS. Calon pembeli yang baru pertama kali membuka situs tanpa SSL bisa disambut halaman peringatan, sebelum sempat melihat isi situs Anda.
Kalau alamat situs Anda masih diawali http://, pasang sertifikat SSL sekarang. Di Palapahost, sertifikat SSL mulai Rp102.000 per tahun, sudah termasuk penerbitan dan bantuan pemasangan.
Sertifikat SSL mulai Rp102.000 per tahun
Sudah termasuk penerbitan dan bantuan pemasangan. Bayar dengan QRIS atau saldo akun.
Chrome punya pengaturan bernama Always Use Secure Connections, atau "Selalu gunakan koneksi aman" di Chrome berbahasa Indonesia. Dulu pengaturan ini harus dinyalakan sendiri oleh pengguna. Sesuai pengumuman tim keamanan Chrome, pengaturan itu kini aktif secara bawaan sejak Chrome 154.
Chrome mencoba membuka setiap situs lewat HTTPS lebih dulu. Kalau situs publik hanya tersedia lewat HTTP, Chrome menampilkan peringatan dan meminta pengunjung memilih: kembali, atau tetap membuka situs itu. Pilihan pengunjung diingat selama 15 hari dan diperpanjang setiap kali mereka datang lagi, jadi pengunjung tetap jarang melihatnya. Yang paling terdampak adalah pengunjung baru, karena mereka harus memutuskan percaya atau tidak sebelum melihat isi situs Anda.
Chrome sudah lama memberi tanda pada situs HTTP. Sejak Juli 2018, halaman HTTP diberi label "Tidak aman" di bilah alamat. Label itu kecil dan mudah terlewat, sedangkan peringatan yang baru muncul sebelum situs terbuka.
Situs yang masih memakai HTTP kini tinggal sedikit. Menurut Google, sekitar 95–99% halaman yang dibuka di Chrome sudah memakai HTTPS, dan peringatan baru ini ditujukan kepada sisanya.
Label "Tidak aman" berarti situs belum memakai SSL, atau ada bagian halaman yang masih dimuat lewat http://. Kalau alamat situs Anda masih http://, yang Anda butuhkan adalah sertifikat SSL.
HTTP adalah protokol yang dipakai browser untuk mengambil halaman dari server website. HTTPS (Hypertext Transfer Protocol Secure) adalah versi amannya. Huruf S berarti secure: data yang lewat di antara browser dan server dienkripsi, atau diacak menjadi sandi, sehingga pihak lain di jaringan yang sama tidak bisa membacanya.
HTTP mirip kartu pos. Siapa pun yang ikut memegangnya di perjalanan bisa membaca isinya, misalnya operator WiFi kafe, penyedia internet, atau orang lain di jaringan kantor yang sama. HTTPS mirip surat dalam amplop tersegel yang hanya bisa dibuka penerimanya.
Semua itu berjalan otomatis setiap kali halaman dibuka.
Sertifikat SSL adalah berkas data kecil yang dipasang di server. Isinya nama domain, identitas pemiliknya, dan tanda tangan digital dari lembaga penerbit tepercaya yang disebut Certificate Authority (CA). Sertifikat inilah yang diperiksa browser setiap kali seseorang membuka situs Anda.
Protokol SSL yang asli sudah lama pensiun. Yang dipakai sekarang adalah penerusnya, TLS (Transport Layer Security) versi 1.2 dan 1.3, tetapi namanya tetap populer sebagai SSL. Jadi sertifikat SSL dan sertifikat TLS merujuk ke hal yang sama.
Baca juga apa itu SSL dan cara memilih jenisnya.
Dengan SSL yang terpasang benar, situs Anda terbuka di Chrome tanpa halaman peringatan dan tanpa label "Tidak aman". Yang pertama dilihat pengunjung adalah isi situs Anda.
Formulir kontak, halaman login, formulir pesanan, dan pembayaran membawa data pribadi pengunjung. Tanpa SSL, data itu terkirim apa adanya. Karena itu, situs apa pun yang menerima isian dari pengunjung, termasuk formulir kontak sederhana, perlu SSL.
Pada 2014, Google menyebut HTTPS sebagai sinyal peringkat yang sangat ringan. Dokumentasi Google saat ini memasukkan HTTPS ke dalam aspek pengalaman halaman, dan menyebut aspek selain Core Web Vitals tidak langsung menaikkan peringkat. Pasang SSL untuk keamanan dan kepercayaan pengunjung. Untuk peringkat, isi dan kualitas halaman tetap yang paling menentukan.
SSL mengamankan data saat berpindah dari browser ke server. Keamanan server dan aplikasinya urusan lain: kata sandi yang lemah, plugin yang tidak diperbarui, dan celah di aplikasi tetap perlu diurus terpisah.
Setiap sertifikat SSL punya tanggal kedaluwarsa. Sejak 15 Maret 2026, masa berlaku satu sertifikat paling lama 200 hari, turun dari sebelumnya 398 hari. Aturan ini ditetapkan CA/Browser Forum, forum tempat penerbit sertifikat dan pembuat browser menyepakati standar sertifikat. Batasnya akan turun lagi:
Masa berlaku yang pendek membatasi waktu pakai sertifikat yang bocor atau salah terbit. Konsekuensinya, sertifikat harus diperbarui lebih sering. Kalau terlambat diperbarui, Chrome menampilkan halaman peringatan bertuliskan "Koneksi Anda tidak pribadi", dan pengunjung hanya bisa masuk kalau mereka sengaja mengabaikan peringatan itu.
Di hosting Palapahost, SSL bawaan aktif otomatis dan diperbarui sendiri, jadi Anda tidak perlu mengingat tanggalnya. Untuk sertifikat SSL berbayar, kami mengirim pengingat sebelum masa berlakunya berakhir.
Kekuatan enkripsi semua jenis SSL sama. Bedanya ada di seberapa dalam penerbit memeriksa identitas pemilik situs dan berapa banyak nama yang diamankan. Harga di bawah untuk 1 tahun per 17 Oktober 2026, sudah termasuk penerbitan dan bantuan pemasangan.
Tiap jenis punya beberapa pilihan merek dan harga. Daftar lengkap 14 sertifikat ada di halaman Sertifikat SSL, dan perbandingan tiap jenis ada di Panduan SSL. Kalau masih ragu, ceritakan jenis situs dan data yang Anda tangani lewat halaman Kontak, kami bantu pilihkan tanpa kelebihan spesifikasi. Anda juga bisa mulai dengan DV sekarang, lalu memesan OV atau EV saat kebutuhan bertambah.
Sudah memakai hosting Palapahost? SSL di paket hosting Anda sudah aktif otomatis dan diperbarui sendiri, sudah termasuk dalam harga paket. Untuk blog dan toko kecil, itu biasanya sudah cukup.
Sertifikat gratis seperti ini umumnya bertipe DV. Sertifikat berbayar tetap berguna kalau:
Untuk situs yang dibuatkan orang lain, siapkan akses panel hosting atau ajak pembuat situsnya saat pemasangan. Saat mendaftarkan domain baru, SSL juga bisa ditambahkan dari keranjang, jadi domain dan sertifikatnya dibayar sekali jalan.
Setelah sertifikat terpasang, cek tiga hal ini:
HTTPS artinya Hypertext Transfer Protocol Secure, versi aman dari HTTP. Data antara browser dan server dienkripsi dengan SSL/TLS, sehingga tidak bisa dibaca pihak lain di tengah jalan.
Tidak. Chrome menampilkan peringatan dan meminta konfirmasi sebelum membuka situs publik tanpa HTTPS. Pengunjung tetap bisa melanjutkan, dan pilihannya diingat selama 15 hari. Yang dirugikan adalah kesan pertama: pengunjung baru melihat peringatan sebelum melihat situs Anda.
Biasanya ada gambar, skrip, atau formulir yang masih dimuat lewat http://. Penyebab lain: sertifikat tidak mencakup alamat yang dibuka, misalnya sertifikat untuk namausahaanda.com dipakai di toko.namausahaanda.com, atau sertifikatnya sudah kedaluwarsa.
Bisa. Sertifikat diterbitkan untuk nama domain, bukan untuk hosting tertentu. Setelah sertifikat terbit, tim kami membantu pemasangannya di server atau panel hosting Anda.
Menurut perkiraan penerbit, DV biasanya terbit dalam beberapa menit sampai beberapa jam, OV 1–3 hari kerja, dan EV 3–7 hari kerja. Waktunya bisa lebih lama bila validasi atau dokumen belum lengkap.
Bisa. Kode QRIS bisa dipindai dari DANA, OVO, GoPay, ShopeePay, atau aplikasi m-banking. Anda juga bisa membayar dari saldo akun Palapahost.
Sejak Chrome 154, situs tanpa HTTPS menyambut pengunjung baru dengan halaman peringatan. Sertifikat SSL di Palapahost mulai Rp102.000 per tahun, sudah termasuk penerbitan dan bantuan pemasangan.
Ada pertanyaan sebelum memesan? Hubungi kami di [email protected], Senin–Jumat pukul 09.00–17.00 WIB.
Domain dan hosting cPanel dalam satu paket, total Rp28.000 untuk domain tahun pertama dan hosting bulan pertama. Hostingnya sudah dilengkapi WAF, proteksi malware, perlindungan DDoS, SSL otomatis, dan backup harian.
Baca →Pendaftaran baru domain .ai.id di Palapahost Rp100.000 per tahun. Sejak 5 Oktober 2026, domain AI Indonesia ini terbuka untuk umum dengan aturan siapa cepat dia dapat, jadi cek nama incaran Anda lebih awal.
Baca →domain .com naik mulai 1 November 2026, disusul .net pada 1 Maret 2027 dan ratusan ekstensi lain. Transfer .com ke Palapahost Rp247.000 sudah termasuk perpanjangan satu tahun, dan sisa masa aktif domain tidak hilang. Lihat jadwal kenaikan tiap ekstensi, peran ICANN, dan status harga domain .id.
Baca →